Blog

Push Pull Legs vs Upper Lower: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Terbit 24 Agustus 2026 · 3 menit baca

  • Program
  • Split Latihan

Begitu kamu lewat fase pemula dan full body mulai kerasa kelamaan, pertanyaan berikutnya selalu sama: PPL atau Upper Lower?

Di forum, jawabannya selalu berantem. Padahal keduanya program yang terbukti, dan pertanyaan yang bener bukan mana yang lebih bagus — tapi mana yang cocok sama jadwal kamu.

Push Pull Legs itu apa?

PPL membagi latihan berdasarkan pola gerakan. Push: dada, bahu depan, trisep. Pull: punggung, bahu belakang, bisep. Legs: kaki dan core.

Satu siklus penuh butuh tiga hari. Kalau dijalanin 6x seminggu, tiap otot kena dua kali. Kalau 3x seminggu, tiap otot cuma kena sekali — dan di situ masalahnya mulai.

HariSesiOtot utama
SeninPushDada, bahu, trisep
SelasaPullPunggung, bisep
RabuLegsKuadrisep, hamstring, glute
KamisPushDada, bahu, trisep
JumatPullPunggung, bisep
SabtuLegsKuadrisep, hamstring, glute

Upper Lower itu apa?

Upper Lower membagi badan jadi dua: atas dan bawah. Satu siklus cuma butuh dua hari, jadi dengan 4x seminggu tiap otot udah kena dua kali.

Sesi upper lebih padat karena harus muat dada, punggung, bahu, dan lengan sekaligus. Tapi kamu dapat frekuensi 2x per minggu cuma dengan empat hari.

HariSesiOtot utama
SeninUpperDada, punggung, bahu, lengan
SelasaLowerKaki dan core
KamisUpperDada, punggung, bahu, lengan
JumatLowerKaki dan core

Perbandingan langsung

Bedanya paling jelas kalau dilihat dari sisi frekuensi dan jumlah hari yang dibutuhkan:

AspekPush Pull LegsUpper Lower
Hari ideal6 hari4 hari
Frekuensi per otot2x (kalau 6 hari)2x (dengan 4 hari)
Durasi per sesi45-60 menit60-75 menit
Volume per sesiSedangTinggi
Toleransi bolosRendahTinggi
Cocok untukMenengah - mahirSemua level

Poin yang paling sering dilewatin

PPL 6 hari itu bagus di atas kertas. Tapi kalau kamu bolos dua hari, satu kelompok otot bisa gak kelatih sama sekali minggu itu. Upper Lower jauh lebih tahan sama jadwal yang berantakan.

Cara milih: jawab satu pertanyaan

Lupain dulu mana yang secara teori lebih optimal. Jawab ini: berapa hari dalam seminggu kamu benar-benar bisa ke gym, di minggu yang sibuk — bukan minggu yang ideal?

  • 3 hari — jangan pakai keduanya. Tetap di full body 3x seminggu.
  • 4 hari — Upper Lower. Ini titik manisnya, dan susah dikalahin di jumlah hari segini.
  • 5 hari — Upper Lower + satu hari tambahan untuk bagian yang tertinggal, atau PPL yang digeser tiap minggu.
  • 6 hari — PPL. Di sini PPL baru benar-benar unggul.

Perhatiin bahwa jawabannya gak pernah program mana yang lebih superior. Split yang paling bagus adalah yang jumlah harinya cocok sama hidup kamu.

Yang sebenarnya lebih menentukan daripada split

Dua orang bisa jalanin split yang sama persis selama setahun dan dapat hasil yang jauh berbeda. Yang bikin beda bukan splitnya.

Yang bikin beda: apakah beban mereka naik terukur dari minggu ke minggu. Split cuma ngatur kapan otot dilatih. Progressive overload yang nentuin apakah otot itu tumbuh.

Kalau kamu pindah dari PPL ke Upper Lower tapi angkatannya sama aja selama enam bulan, kamu gak akan lihat perubahan apa pun. Ganti split itu solusi buat masalah yang biasanya bukan masalahmu.

Sebelum ganti split, cek ini dulu

Buka catatan latihan kamu tiga bulan terakhir. Kalau beban di gerakan utama gak naik, masalahnya bukan di split. Dan kalau kamu gak punya catatannya, itu masalah yang pertama harus dibenerin.

Pertanyaan yang sering muncul

Bisa gak PPL dijalanin 3 hari seminggu?

Bisa, tapi tiap otot cuma dilatih sekali per minggu, dan itu di bawah frekuensi optimal untuk sebagian besar orang. Dengan tiga hari, full body atau Upper Lower yang digeser biasanya memberi hasil lebih baik.

Mana yang lebih bagus untuk nambah massa otot?

Riset menunjukkan yang paling menentukan adalah volume mingguan dan frekuensi 2x per otot, bukan nama splitnya. Keduanya bisa mencapai itu — PPL butuh enam hari, Upper Lower cukup empat.

Boleh gabung keduanya?

Boleh, dan ini populer di lima hari seminggu: Upper, Lower, Push, Pull, Legs. Frekuensinya bagus dan bebannya terbagi rata, asal kamu konsisten menjalankan kelima harinya.

Berhenti nebak, mulai ngukur

Reps nyusun program mingguanmu dan nyatet tiap set, jadi kamu selalu tahu beban minggu lalu dan berapa yang harus diangkat hari ini.

Cohort 2
Mulai SekarangSisa 25 dari 30 tempat

Baca juga